Kecelakaan Hercules C-130 dari Filipina, 17 Korban Meninggal Sementara

Yorksundaynews – Filipina kembali berkabung pasalnya dalam 2 bulan belakangan terjadi kecelakaan yang melibatkan pesawat dan korban jiwa. Kecelakaan Hercules C-130 ini terjadi pada Minggu, 4 Juli 2021 dan menyebabkan korban jiwa hingga 17 orang untuk sementara waktu.

Kecelakaan Hercules C-130 milik Filipina

Kecelakaan ini terjadi pada pesawat Hercules C-130 yang membawa setidaknya 92 tentara Filipina. Dari 92 tentara ini 17 korban dinyatakan meninggal dunia dan 40 diantaranya masih dirawat secara medis. Sayangnya hingga kini sisa korbannya masih belum ditemukan seluruhnya.
Kecelakaan ini terjadi murni karena kesalahan. Pesawat Hercules C-130 yang sedang melakukan percobaan pendaratan di Pulau Jolo, Provinsi Sulu di jam 11.30 ternyata tidak bisa melakukan pendaratan dengan sempurna. Hal ini menyebabkan pesawat berusaha untuk naik kembali karena pendaratan yang gagal ini.
Sayangnya saat pesawat berusaha untuk mendapatkan kembali tenaganya, hal ini juga mengalami kegagalan. Akibatnya pesawat terbakar dan menyebabkan api yang besar dan asap hitam yang membumbung.
Akan tetapi nasib nahas yang dialami oleh pesawat Hercules C-130 ini disinyalir murni disebabkan karena kecelakaan dan tidak ada indikasi serangan dari pihak musuh. Meski begitu, penyelidikan lebih dalam memang diperlukan untuk mengetahui benar apa yang terjadi dengan pesawat tersebut.

Kecelakaan di militer Filipina sebelum Hercules C-130

Sayangnya, kecelakaan ini bukan merupakan kecelakaan satu-satunya yang dialami oleh militer Filipina di tahun 2021 ini. Bahkan di bulan lalu, tentara Filipina juga harus merelakan pesawat helikopter dan tentara mereka karena kecelakaan juga.
Kecelakaan ini melibatkan pesawat S70i bernama helikopter Black Hawk bersama dengan 6 orang di dalamnya. Dari 6 orang ini 3 orang merupakan pilot dan juga 3 penerbang lainnya. Kecelakaan terjadi di Crow Valley, di sebelah utara Manila.
Pesawat Black Hawk ini sendiri merupakan salah satu dari 16 pesawat yang dibeli oleh Filipina dari Polandia di tahun 2019 yang lalu. Akibat dari kecelakaan ini pemerintah militer Filipina menyatakan untuk menghentikan semua aktivitas pesawat militer Filipina yang lainnya.
Hercules C-130 sendiri merupakan salah satu pesawat yang baru diakuisisi oleh judi slot pulsa militer Filipina. Pesawat ini merupakan pesawat hadiah dari Amerika Serikat dan baru diterima oleh militer Filipina di awal tahun 2021 yang lalu. Kejadian ini makin disayangkan mengingat lokasi kecelakaan ini merupakan lokasi pangkalan militer paling besar bagi pemerintah Filipina.

Hercules C-130 di Indonesia

Pesawat Hercules C-130 ini sendiri merupakan pesawat yang banyak digunakan oleh tentara Filipina untuk mengangkut bantuan kemanusiaan saat terjadi penanggulangan bencana. Selain digunakan oleh tentara Filipina, Hercules C-130 juga merupakan salah satu pesawat yang digunakan oleh tentara Indonesia.
Hercules C-130 milik Indonesia juga pernah mengalami kecelakaan tepat 6 tahun yang lalu yaitu di tahun 20 Juni 2015. Pesawat Hercules C-130 milik TNI AU ini juga digunakan sebagai pesawat angkut.

Peristiwa jatuhnya Hercules C-130 milik Indonesia ini terjadi di Medan, Sumatra Utara. Dalam kecelakaan yang terjadi pada Hercules C-130 milik TNI Angkatan Udara Indonesia ini melibatkan 101 penumpang dan 12 kru pesawat.
Hercules C-130 sendiri merupakan pesawat yang bernama Lockheed Martin C-130 Hercules. Pesawat ini merupakan pesawat terbang yang memiliki 4 mesin turboprop. Pesawat ini memang digunakan oleh banyak pangkalan militer di seluruh dunia.
Pesawat yang mengalami kecelakaan Hercules C-130 ini memiliki daya tampung hingga 34.400 kg dan memiliki kecepatan maksimal 592 km/jam. Untuk produksinya sendiri Hercules C-130 ini di produksi di Amerika Serikat oleh Lockheed Corporation.