Survei: Kepuasan ke Pemerintah Menurun, Khususnya di Papua

York Sunday News – Survei yang dikeluarkan oleh Charta Politika, menunjukkan jika tingkat kepuasan masyarakat ke pemerintah turun yang sebelumnya 65,3% pada bulan Maret 2021 menjadi 62,4%.

Survei tersebut dilakukan dengan cara tatap muka dengan sistem ‘multistage random sampling’ dalam periode 12 hingga 20 Juli pada 1.200 responden dari penjuru Indonesia. Margin of error plus minus 2,84% di tingkat kepercayaan 95%. Pada survei tersebut, Chartika Politika mendapatkan hasil sebanyak 62,4% masyarakat puas dan 34,1% masyarakat kurang puas dengan kapabilitas pemerintah.

“Meski masih ada diatas 60%, ada kecenderungan penurunan level kepuasan kinerja dari pemerintah ketimbang survei di periode sebelumnya,” demikian hasil survei yang dilakukan oleh Charta Politika seperti yang ada didalam dokumen yang didapatkan CNNIndonesia, Kamis 12 Agustus 2021.

Dari survei Charta Politika, level kepuasan pada kapabilitas pemerintah tertinggi ada di kawasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur [NTT], dan Nusa Tenggara Barat [NTB].

Sementara itu link alternatif liga365, level kepuasan paling rendah ada di daerah Papua dan maluku [45% puas, 45% kurang puas, 15% tidak menjawab], Sumatera [55,2% puas, 43,2% kurang puas, 1,6% tidak menjawab, dan Kalimantan [47,7% puas, 49% kurang puas, dan 3,1% tidak menjawab].

Sebagai tambahan informasi, Charta Politika sebelumnya memilih responden dengan acak pada survei ini dengan usia minimal 17 tahun ataupun telah memenuhi syarat sebagai pemilih. Unit sampling primer dari survei ini ialah kelurahan atau desa, dengan total sampel masing-masing 10 warga dalam 120 kelurahan atau desa yang tersebardi penjuru Indonesia.

Sebelum ini, hasil survei dari Lembaga Survei Indonesia [LSI] pada 22 hingga 25 Juni 2021 mengatakan jika tingkat kepuasan judi slot online deposit pulsa para masyarakat pada kapabilitas Presiden Joko Widodo untuk menangani pandemi Covid-19 cenderung menurun pada 6 bulan terkini.

Djayadi Hanan selaku Direktur Eksekutif LSI menyatakan bahwa tingkat kepuasan responden pada kapabilitas Presiden Joko Widodo memang tergolong masih cukup besar pada bulan Juni 2021 dengan 59,6%. Tapi, angka tersebut langsung menurun daripada bulan Desember 2020 yang sebesar 68,9%.

“Jadi, selama 6 bulan terakhir, mulai bulan Desember 2020 sampai Juni 2021, meski kebanyakan masyarakat tergolong cukup puas dengan kapabilitas presiden untuk menangani pandemi, namun seperti yang dapat dilihat ada penurunan selama 6 bulan ini, jelang PPKM darurat,” ujar Dyajadi saat konferensi pers virtual.

Bandingkan dengan Negara Lain

Stafsus Mensesneg, yakni Faldo Maldini, langsung membandingan hal itu dengan hilangnya kepercayaan masyarakat pada pemerintah di negara lainnya.

“Kami memantau polling tersebut. Dijadikan motivasi saja untuk bisa bekerja lebih ekstra. Angkanya juga masih di titik baik, ditengah situasi krisis yang sangat berat seperti ini. Banyak juga pemerintah di negara lain yang kehilangan kepercayaan dari publik. Kepercayaan selalu muncuk kecenderungan turun saat krisis, namun kita masih yakin bahwa kita masih bisa melewati pandemi ini,” ungkap Faldo di depan wartawan, Kamis 12 Agustus 2021.

Untuknya, tingkat kepuasan dari hasil survei itu masih berada di titik yang bagus. Berbagai kebijakan pemerintah saat pandemi ini jadi faktor utama yang mempengaruhinya. “Kepuasan ini merupakan hasil dari yang telah dikerjakan, mulai BLT Dana Desa sudah berjalan 8 juta yang menerima, kemudian PKH 10 juta, subsidi kuota internet bagi 38, sembako untuk 18,8 juta masyarakat, diskon listrik hingga Desember. Bantuan PPKM 10 juta orang, kemudian 5,9 juta. Pandemi juga membaik, BOR turun sebanyak 50% dari buan Juli,” tandasnya.