Simak Ingin Masuk Jurusan Kedokteran

Yorksundaynews – Jurusan kedokteran masih menjadi primadona saat memilih jurusan kuliah. Jurusan yang nantinya menghasilkan lulusannya menjadi dokter ini masih dianggap akan memberi masa depan cerah. Tapi, sebelum memutuskan untuk kuliah di jurusan ini, yuk simak beberapa hal yang wajib kamu tahu berikut ini.

Biaya kuliah kedokteran

Jika kamu ingin masuk kuliah kedokteran, biayanya memang tidak bisa dibilang murah. Biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh seorang calon dokter bervariasi. Hal ini tergantung pada kampus yang kamu pilih. Namun, rata-rata biaya kuliah kedokteran mulai dari Rp150 juta – Rp300 juta.

Biaya tersebut bisa bervariasi tergantung pada spesialisasi jurusannya. Spesialisasi ini maksudnya adalah jurusan kedokteran umum, pendidikan kedokteran, atau kedokteran gigi. Selain itu, biaya kuliah kedokteran juga bergantung pada lamanya masa studi. Setidaknya, kamu harus menempuh jenjang akademik dan profesi untuk bisa menjadi seorang dokter.

Syarat Masuk Kuliah Kedokteran

Untuk bisa masuk kuliah kedokteran, kamu harus mengambil jurusan IPA di jenjang SMA/sederajat. Setelah itu, kamu juga perlu mengikuti tes seleksi akademik untuk Agen Slot bisa masuk jurusan impianmu ini. Selain tes kecakapan akademik, ada juga tes lain yang perlu kamu jalani. Tes ini yaitu tes kesehatan, tes bakat, tes kepribadian, tes wawancara, tes TOEFL dan tes Minnesota Multiphasic Personality Inventor (MMPI).

Seleksi masuk jurusan impian ini memang sangat ketat ya. Hal ini karena jurusan ini memang sudah terbilang sangat tua dan jadi primadona. Bukan itu saja, tanggung jawab profesi yang tinggi juga mengharuskan lulusannya punya kompetensi mumpuni. Kalau ingin jadi dokter, kamu juga perlu melalui tahap pendidikan yang cukup panjang.

Setidaknya, kamu harus menempuh kuliah jenjang sarjana, profesi, internship, dan pendidikan spesialisasi. Adapun, berikut penjelasan lengkap tentang tahap kuliah kedokteran yang harus kamu tahu.

Tahap Pendidikan Kedokteran

1.            Pendidikan Sarjana

Kalau mau masuk jurusan kedokteran, kamu akan menempuh kuliah jenjang Sarjana selama minimal 7 semester. Lalu, untuk beban mata kuliah yang harus kamu dapatkan adalah minimal 144 SKS. Namun, masa studi ini bisa beragam dengan kemampuan dan kebijakan kampus masing-masing. Biasanya, masa kuliah yang diberikan kampus di Indonesia rata-rata maksimal selama 14 semester.

2.            Pendidikan Profesi

Setelah lulus dari pendidikan Sarjana Kedokteran, kamu tidak bisa langsung menjadi dokter begitu saja. Tahap pendidikan selanjutnya yang harus ditempuh ialah mengambil pendidikan profesi. Pendidikan profesi ini sebenarnya masih menjadi bagian dari tahap mendapat gelar Sarjana.

Kamu harus menempuh program jenjang profesi kedokteran selama minimal 3 semester hingga maksimal 6 semester. Jumlah SKS minimal yang harus kamu ambil ialah sebanyak 48 SKS. Nantinya, kamu akan lulus program profesi ini melalui uji kompetensi yang bersifat nasional. Setelah lulus uji kompetensi dan mendapatkan sertifikat, kamu akan melakukan sumpah profesi dokter.

3.  Internship

Pada tahap ini, dokter muda atau dokter lulusan baru akan ditugaskan ke beberapa rumah sakit di berbagai daerah. Ada juga dokter muda yang ditugaskan di Puskesmas. Pemilihan tempatnya sendiri bisa sesuai keinginan kamu. Namun, ada beberapa tempat internship yang jadi favorit dokter muda dan biasanya perlu persaingan ketat.

Masa internship yang harus dijalani oleh dokter muda ialah selama 1 tahun. Setelah selesai melaksanakan internship, kamu akan mendapat Surat Tanda Registrasi (STR) definitif. Dengan modal surat inilah, kamu bisa melamar kerja sebagai dokter, buka praktik, atau lanjut ambil pendidikan spesialisasi.

Kesimpulan

Jurusan kedokteran memang idaman banyak orang karena bergengsi dan dipandang punya masa depan cerah. Namun, untuk bisa masuk jurusan ini, ada beberapa hal yang kamu siapkan secara matang jauh-jauh hari. Tetap semangat mengejar impian ya, semoga bisa masuk jurusan ini!