Efek Jika Di Minum Cairan Infus Oleh Manusia

Yorksundaynews – Selama ini kamu mungkin sudah sangat familiar dengan istilah infus. Infus merupakan proses memasukkan suatu cairan atau obat ke dalam tubuh yang di khususkan untuk pasien yang membutuhkan obat sangat cepat maupun pemberian obat secara pelan namun terus menerus. Nah, selama ini ada beberapa sumber mempertanyakan bolehkan cairan infus diminum? Untuk lebih jelasnya, yuk simak penjelasannya.

Akhir-akhir ini memang ada beberapa kabar atau informasi tentang seorang pasien yang sedang meminum cairan infus demi mempercepat proses penyembuhan. Ini tentu menimbulkan beberapa pertanyaan, apakah cairan infus bisa diminum dan tidak berbahaya? Apa kandungan yang ada di dalam cairan infus? Secara umum, cairan infus merupakan cairan yang berupa elektrolit, nutrisi, atau komponen darah yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui jalur intravena (pembuluh darah).

Yuk Kenali Jenis-Jenisnya Untuk Tahu Bolehkah Cairan Infus Diminum Atau Tidak

Kamu tentu sudah pernah melihat bagaimana bentuk dari cairan infus kan? Cairan infus tersimpan di dalam sebuah kantong atau botol streil yang akan dialirkan melalui selang yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah. Untuk bisa mendapatkan cairan infus, seorang pasien harus diperiksa terlebih dahulu kondisinya untuk mendapatkan cairan infus yang sesuai dengan kondisi dan keluhannya. Jadi pemberian cairan infus ini tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Beberapa kondisi yang membutuhkan cairan infus adalah kekurangan cairan tubuh (dehidrasi), pengobatan akibat infeksi atibiotik, rasa nyeri akibat penggunaan obat-obatan tertentu, dan pengobatan kemoterapi. Selain kondisi yang sudah disebutkan, masih ada banyak kondisi lainnya yang membutuhkan asupan cairan infus. Cairan infus juga terdiri dari beberapa jenis seperti dibawah ini.

  1. Hipertonik, merupakan cairan infus yang memiliki osmolaritas lebih tinggi dibandingkan dengan plasma darah. Misalnya seperti Dextrone 10% atau cairan infus berupa plsma darah atau komponen darah.
  2. Isotonik, merupakan cairan infus yang memiliki osmolaritas sama atau hampir sama dengan plasma darah. Misalnya seperti Nacl 0,9% atau Ringer Laktat.
  3. Hipotonik, merupakan cairan infus yang memiliki osmolaritas lebih rendah dari plasma darah. Misalnya seperti D 2,3% atau NaCl 0,25%.

Untuk lebih jelasnya, cairan infus merupakan cairan yang dikemas secara streil untuk oengganti cairan tubuh dengan tujuan untuk memberikan nutrisi tambahan dan mempertahankan fungsi normal tubuh seorang pasien yang membutuhkan asupan kalori cukup selama masa Judi Slot penyembuhan atau setelah dilakukan tindakan operasi. Seperti yang sudah dijelaskan diatas mengenai jenis-jenis dari cairan infus yang bisa kamu jumpai bahwa cairan infus bertujuan untuk membawa obat-obatan ke dalam tubuh melalui jalur intravena (pembuluh darah) sehingga tidak diperbolehkan dikonsumsi secara oral atau diminum.

Mengapa demikian? Ada beberapa alasan yaitu bahwa cairan infus di khususkan untuk pemberian intravena (pembuluh darah). Yang kedua bahwa kandungan yang ada di dalam cairan infus akan rusak jika diminum karenaakan melewati metabolism pencernaan. Yang terakhir dan paling penting adalah cairan infus dapat menyebabkan komplikasi apabila diminum. Seperti mual, muntah, keracunan sistem pencernaan, diare, dan masih banyak lagi lainnya.

Nah, itu dia beberapa informasi penting tentang bolehkah cairan infus diminum? Jawabannya secara pasti adalah tidak boleh yaaa! Jadi, meskipun ada banyak sekali berita tentang efek samping positif yang dihasilkan dari meminum cairan infus, namun jangan pernah terkecoh. Jangan sampai niat baikmu untuk membuat tubuh menjadi lebih sehat justru sebaliknya. Penggunaan cairan infus harus mendapatkan penanganan dari seorang yang professional dan melalui beberapa pemeriksaan.