Merokok, Masih Jadi Pemicu Utama Kanker Paru

Yorksundaynews – Kanker paru masih menjadi satu diantara penyakit khusus yang mengakibatkan kematian di penjuru dunia. Kebiasaan tingginya penyakit satu ini juga rupanya sesuai dengan konsumsi rokok di Indonesia. maka dari itu sebagian di berbagai negara sudah Agen Slot membuat aturan untuk kawasan perokok agar yang tidak merokoko kena asap yang di buat dari sebuah puntung rokok yang di keluarkan.


Di negara singapura untuk yang meroko sembarangan maka akan di denda oleh pemerintah yang mengeluarkan peraturan yang dibuat. sedangkan di negara kita sendiri masih melakukan hal yang buruk yaitu merokoko sembarangan tempat padahal sudah ada di buat tempat merokok.

Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr. Erlang Samoedro, SpP(K) mengutarakan jika sampai sekarang ini, rokok masih jadi factor resiko khusus berlangsungnya kanker paru.

“Agar kita dapat turunkan angka peristiwa kanker paru ini, kita harus tekan angka kebiasaan rokok di Indonesia,” tutur Erlang dalam dialog virtual bertopik Urgensi Pasien Kanker Paru Pada Akses Penyembuhan Inovatif, Selasa (23/11/2021).

Ada faktor-faktor yang lain memacu berlangsungnya kanker paru seperti pencemaran udara, pencemaran gas radon, dan lain-lain, konsumsi rokok sendirilah yang masih jadi pemicu khusus dari kanker paru.

Menurut Erlang, Indonesia sebagai negara ke-3 terbesar berkaitan konsumsi rokok. Apa lagi tidak disertai dengan peraturan-regulasi yang tekan tingginya konsumsi rokok itu.

Walau sebenarnya, hal itu pasti punya pengaruh untuk tekan tingginya angka peristiwa kanker paru di Indonesia. Keadaan ini juga diperparah dengan sistem skrining yang tidak dapat efisien dan efektif di tengah-tengah warga.

“Dalam soal skrining juga, tidak ada sistem yang dapat efisien dan efektif untuk diagnosis. Itu juga cuman di beberapa kota besar seperti fasilitas pencitraan dengan CT Scan masih tetap ada di beberapa kota besar,” kata Erlang.

“Jadi kemungkinan untuk skrining yang bertambah luas dalam masyarakat hingga saat ini belum juga ada,” sambungnya.

Lika-Liku akses penyembuhan
Dalam peluang yang serupa, Erlang menerangkan jika selama ini penyembuhan kanker paru terbatas. Ingat cuman pasien kanker paru dengan type EGFR positif saja yang dapat diatasi oleh JKN (agunan kesehatan nasional).

“Sama seperti yang kita kenali, untuk modalitas pengatasan kanker paru kita ada pembandinghan, kemoterapi, radioterapi, therapy sasaran, selanjutnya ada imunoterapi. Nach tidak seluruhnya bisa masuk ke mekanisme pola JKN,” katanya.

Ditambah, akses penyembuhan seperti imunoterapi, therapy sasaran, dan radioterapi cuman ada di beberapa kota besar. Hingga, akses warga yang ada di Mpo88 wilayah perifer juga jadi lebih susah.

“Jadi cuman di beberapa kota besar saja yang dapat terhubung penyembuhan ini,” kata Erlang.