Lawan Berita Hoax Vaksinasi Covid-19 Pada Anak

Lawan Berita Hoax Vaksinasi Covid-19 Pada Anak

Yorksundaynews – Terkait vaksinasi COVID-19 yang mulai diberikan untuk anak – anak dari mulai umur 6 tahun keatas, rupanya menyebabkan banyak berita hoax yang muncul di masyarakat. Tetapi sebenarnya pada kenyataannya vaksinasi COVID-19 pada anak itu telah melewati berbagai macam pengujian dan test untuk memastikan khasiat, keamanan dan mutu dari vaksin. Kita sebagai masyarakat yang sadar akan kesehatan sudah sepantasnya Judi Slot untuk melawan berita hoax vaksinasi covid-19 pada anak itu dengan mengikutkan anak kita untuk memperoleh vaksinasi.

Lawan Berita Hoax Vaksinasi Covid-19

Berita hoax mengenai vaksinasi COVID-19 pada anak telah berkembang dengan pesatnya, mulai dari vaksin yang bisa merubah DNA anak, stroke, efek vaksin yang berkepanjangan hingga vaksin bisa mengakibatkan kematian pada anak. Hal inilah yang menyebabkan para orangtua merasa sangat takut dan khawatir.

Rasa takut inilah yang mengakibatkan masyarakat memilih untuk tidak memberikan vaksin kepada anaknya. Padahal vaksinasi dipastikan aman dan bisa menekan resiko penularan dari COVID-19. Berita hoax yang beredar itu adalah murni kebohongan dan hanya dilakukan untuk menakuti masyarakat saja.

Komnas KIPI (Ketua Komisi Nasional Kejadian Pasca Imunisasi), bapak Hindra Irawan menuturkan pandangannya dalam acara yang diselenggarakan IDAI pada Sabtu kemarin. Hindra menuturkan “Kabar mengenai vaksinasi COVID-19 yang bisa mengubah DNA anak adalah tidak benar. Vaksin ini tidak mempunyai zat yang dapat berinteraksi dengan DNA seseorang dalam cara bagaimanapun. Ini juga termasuk vaksin dari platform mRNA, inaktivasi maupun vektor virus” tuturnya.

Hindra pun melanjutkan “Sebenarnya materi genetik dari vaksin COVID-19 ini tidak akan pernah bisa masuk ke dalam inti sel dimana DNA berada. Tubuh manusia telah dianugerahi system yang menakjubkan, jadi vaksin tidak akan bisa semudah itu menembus DNA kita dan mengubahnya” tuturnya. Tanggapannya mengenai pertanyaan mengenai infeksi virus akibat pemberian vaksin, dia memastikan bahwa tidak ada vaksin yang megandung virus aktif yang bisa membuat seseorang menjadi terinfeksi.

Setelah vaksin diberikan tubuh akan bekerja membentuk system imunitas untuk mengenali dan melawan virus penyebab COVID-19. Pada saat proses inilah akan muncul gejala seperti demam, pusing, mual atau gejala yang berbeda sesuai dengan kondisi tubuh. Mengenai anak yang meninggal setelah vaksin, data yang dilaporkan menunjukkan anak tersebut tidak meninggal karena imunisasi dan penelitian masih terus berlanjut.

Edukasi Masyarakat untuk Lawan Berita Hoax

Hindra pun menghimbau agar masyarakat dapat terus diedukasi mengenai pentingnya vaksinasi COVID019 pada anak. Edukasi yang berkesinambungan dan tepat guna akan dapat melawan seluruh berita hoax mengenain vaksinasi anak. Walapun masyarakat menganggap proses produksi dari vaksin COVID-19 dilakukan dengan cepat, tetapi pengujiannya tetap dilakukan untuk memastikan efikasi dan keamanan yang sesuai dengan standar.

Keamanan dari vaksin COVID-19 pada anak ini tidak jauh berbeda dengan vaksin pada orang dewasa. Pentingnya vaksin pada anak juga sama bila dibandingkan dengan orang dewasa. Karena resiko kasus long covid-19 pada anak juga masih mengintai dan bisa saja terjadi.

Pemerintah menyatakan, vaksinasi anak ini bahkan jauh lebih banyak manfaat dibandingkan dengan kerugiannya. Orangtua diharapkan tidak ragu-ragu dalam memberikan izin kepada anak mereka untuk mendapatkan vaksinasi. Sejak awal bulan Desember 2021 kemarin, untuk kelompok usia 6 – 17 tahun sudah mendapatkan jatah untuk memperoleh vaksinasi secara bertahap.

Tidak ada persiapan khusus yang harus dilakukan untuk mengikuti vaksinasi ini. Hal yang paling penting adalah bisa menjelaskan Mpo88 kepada anak mengapa dia butuh untuk divaksin. Hal yang lainnya adalah memastikan bahwa keadaan anak sehat sebelum vaksin, serta udahakan anak sudah sarapan dan tidur yang cukup.

Leave a Reply

Your email address will not be published.